Pratinjau Mingguan: Inflasi Memanas, The Fed Mendingin: Warsh Bikin Dolar Kehilangan Tenaga

By F. Ngoy ยท October 18, 2026 ยท 7 min read
Weekly Preview: Hot Inflation, Cool Fed: Warsh Lets the Air Out of the Dollar

CPI AS menyentuh 3,7%, dan harga produsen melonjak 6,3%, namun Dolar justru mengakhiri reli empat minggu beruntun setelah Warsh enggan memastikan kenaikan suku bunga Oktober. Berikut pergerakan DXY, Emas, Minyak, US500, dan Bitcoin, serta agenda yang perlu dicermati dari 19 hingga 23 Oktober.

Sekilas Pekan Ini

  • Inflasi AS memanas dari dua sisi sekaligus: CPI naik ke 3,7%,

    sementara harga produsen melonjak 6,3%, laju tercepat sejak 2022. Namun Dolar justru mengakhiri tren penguatan empat minggu beruntun setelah Ketua The Fed Warsh menolak memastikan kenaikan suku bunga pada Oktober.

  • WTI kembali menembus level $100 dengan lonjakan mingguan 8%, sementara saham-saham teknologi menyeret S&P 500 turun 2%.

  • Dengan The Fed memasuki masa blackout, perhatian pasar beralih ke data ketenagakerjaan dan inflasi Inggris, PDB Kuartal III Tiongkok, PMI flash, serta laporan kinerja perusahaan teknologi besar.

Papan Skor Pekan Lalu

Instrumen

Harga

Perubahan Mingguan

DXY

101,46

โ–ผ 0,43%

EUR/USD

1,1240

โ–ฒ 0,34%

GBP/USD

1,3328

โ–ฒ 0,72%

Emas

4.165,82

โ–ผ 0,70%

WTI

100,96

โ–ฒ 8,32%

US500

7.655,28

โ–ผ 2,01%

BTC/USD

81.155

โ–ผ ~2%

Agenda Penting Pekan Ini (GMT)

Hari

Waktu

Acara

Perkiraan / Sebelumnya

Dampak

Sen, 19 Okt

02:00

PDB Kuartal III, Penjualan Ritel, dan Produksi Industri Tiongkok

โ€“

โ˜…โ˜…โ˜…

Sel, 20 Okt

06:00

Laporan Pasar Tenaga Kerja Inggris

โ€“

โ˜…โ˜…โ˜…

Sel, 20 Okt

09:00

Survei Sentimen ZEW Jerman & Zona Euro

โ€“

โ˜…โ˜…

Sel, 20 Okt

12:30

Data Housing Starts AS

Perkiraan 1.250K

โ˜…

Rab, 21 Okt

06:00

CPI Inggris (Sep)

โ€“

โ˜…โ˜…โ˜…

Rab, 21 Okt

07:20

Keputusan Suku Bunga Bank Indonesia

Perkiraan naik 75 bps

โ˜…โ˜…

Rab, 21 Okt

12:30

CPI Kanada (Sep)

โ€“

โ˜…โ˜…

Kam, 22 Okt

12:30

Klaim Pengangguran Awal AS

โ€“

โ˜…

Kam, 22 Okt

14:00

Kepercayaan Konsumen Flash Zona Euro

โ€“

โ˜…

Kam, 22 Okt

23:30

CPI Jepang (Sep)

โ€“

โ˜…โ˜…

Jum, 23 Okt

06:00

Penjualan Ritel Inggris

โ€“

โ˜…โ˜…

Jum, 23 Okt

07:30โ€“08:30

PMI Flash: Jerman, Zona Euro, Inggris

โ€“

โ˜…โ˜…โ˜…

Jum, 23 Okt

13:45

PMI Flash S&P Global AS

โ€“

โ˜…โ˜…โ˜…

Zona waktu: London GMT+1 (BST hingga 25 Oktober), New York GMTโˆ’4, Singapura/Hong Kong GMT+8.

Laporan kinerja yang layak dicermati antara lain Tesla, Netflix, Lam Research, Western Digital, Procter & Gamble, dan American Express. The Fed sendiri sedang memasuki masa blackout menjelang pertemuan 27โ€“28 Oktober. Gubernur BoE Bailey (Rabu, Kamis) dan Presiden ECB Lagarde (Rabu) termasuk di antara pembicara yang akan tampil pekan ini.

Gambaran Sentimen Pasar

Data inflasi memang memanas, tetapi pasar justru menutup pekan dalam kondisi lebih tenang dibanding saat dibuka. CPI AS naik ke 3,7% secara tahunan dengan inti (core) di 2,6%, sementara PPI melonjak 1,3% secara bulanan, didorong oleh harga energi dan lonjakan harga solar sebesar 21% dalam sebulan. Penjualan ritel melampaui ekspektasi di 0,8%, tetapi sebagian besar kenaikan berasal dari harga bahan bakar; kelompok kontrol (control group) hanya naik 0,14%. Peluang kenaikan suku bunga Oktober sempat melonjak tajam setelah rilis CPI, lalu anjlok ke sekitar 10โ€“16% setelah Warsh menyatakan bahwa keputusan akan diambil per pertemuan (meeting by meeting). Desember masih menjadi skenario utama, dengan probabilitas sekitar 80%. Imbal hasil Treasury turun dari level tertinggi dalam beberapa dekade menuju kisaran 5% seiring saham teknologi melemah dan investor mencari perlindungan di obligasi. Timur Tengah tetap menjadi risiko konstan, dengan harga minyak kembali di atas $100 dan serangan baru Houthi terhadap Arab Saudi.

Mata Uang

Indeks Dolar AS (DXY): Jeda, Bukan Pembalikan Arah (101,46)

Tren: Bullish | Sentimen: Campuran

Indeks Dolar sempat mendekati level 103,00 setelah rilis CPI yang panas, sebelum berbalik arah ke level terendah dua pekan dan mengakhiri penguatan mingguan beruntun selama empat minggu. Koreksi ini tampaknya lebih dipicu oleh sentimen ketimbang fundamental. Nada bicara Warsh yang tidak tegas serta turunnya imbal hasil Treasury menjadi pemicu utama, sementara inflasi dan bias pengetatan The Fed sebenarnya tidak berubah. Hammack, Collins, Daly, dan Musalem masih mendukung kenaikan suku bunga lanjutan, sementara Williams dan Goolsbee menyerukan kesabaran. Posisi spekulatif pasar masih netral, membuka ruang untuk pembelian baru jika data mendukung skenario kenaikan suku bunga. Harga saat ini sedang menguji rata-rata bergerak (MA) 20 hari yang sedang naik.

Resistance: 102,25; 103,18 | Support: 100,67; 99,85
Bias: Bertahan di atas MA 20 hari menjaga tren naik tetap utuh, dengan penembusan ke atas 102,25 akan membuka jalan menuju 103,18. Penutupan di bawah 100,67 akan menjadi sinyal koreksi lebih dalam menuju 99,85.

EUR/USD: Penguatan Mingguan Pertama, tapi Tekanan Jual Belum Reda (1,1240)

Tren: Bearish | Sentimen: Negatif

Euro sempat menyentuh level terendah baru tahun 2026 di 1,1113 sebelum berbalik naik dan mencatatkan penguatan mingguan pertamanya setelah lima pekan beruntun melemah. Pemulihan ini lebih didorong oleh pelemahan Dolar ketimbang penguatan fundamental Eropa. Inflasi Zona Euro mencapai 3,8%, tertinggi dalam tiga tahun, dan Lagarde mengisyaratkan ECB tidak akan menunggu efek lanjutan (second-round effects) terlihat sepenuhnya, namun nada hawkish-nya gagal mengangkat Euro. Risiko fiskal Prancis dan wacana pembelian obligasi oleh ECB masih membebani mata uang ini. Harga masih berada di bawah MA 20 hari yang sedang menurun, sehingga membatasi ruang pemulihan.

Resistance: 1,1328; 1,1409 | Support: 1,1152; 1,1063
Bias: Kenaikan ini masih tampak bersifat koreksi selama harga berada di bawah 1,1328. Penembusan di bawah 1,1152 akan membuka jalan kembali ke level terendah tahunan dan 1,1063. PMI hari Jumat menjadi ujian utama pekan ini.

GBP/USD: Sterling Catatkan Pembalikan Arah yang Bullish (1,3328)

Tren: Netral | Sentimen: Positif

Sterling mengakhiri empat pekan pelemahan beruntun dengan rebound kuat dari titik terendah pasca-CPI pada hari Rabu, ditutup kembali di atas 1,3300 dan merebut kembali MA 20 hari. Scotiabank mencatat terbentuknya pola outside range bullish besar pada chart mingguan, dengan pair ini membentuk dasar di dekat batas bawah rentang yang telah berlangsung sejak April. Gubernur Bailey menyebut ekonomi Inggris lebih tangguh dari perkiraan, dan pasar swap masih hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga 25 bps pada 5 November. Poundsterling juga mengungguli Euro, didukung oleh hubungan Inggrisโ€“Uni Eropa yang semakin erat. Data ketenagakerjaan, CPI, dan penjualan ritel pekan ini akan menjadi ujian bagi ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut.

Resistance: 1,3394; 1,3481 | Support: 1,3267; 1,3186
Bias: Penembusan di atas 1,3394 membuka jalan menuju 1,3481, dengan puncak rentang di 1,3650โ€“1,3675 sebagai target yang lebih besar. Bertahan di atas 1,3267 menjaga momentum pemulihan tetap pada jalurnya, dan CPI Inggris yang lemah menjadi risiko utama.

Komoditas

Emas: Mengikuti Pasar Obligasi, Bukan Data Inflasi (4.165,82)

Tren: Bearish | Sentimen: Campuran

Emas turun lebih dari 1% pada hari Rabu akibat rilis CPI yang panas, sempat menyentuh level terendah mendekati $4.073, sebelum kemudian melesat 1,6% pada hari Kamis seiring tajamnya penurunan imbal hasil Treasury. Laporan Bloomberg yang menyebut Tiongkok memindahkan kepemilikan surat utang AS ke kustodian non-AS turut memanaskan perdebatan di pasar obligasi, sementara pidato Warsh memperpanjang pemulihan harga Emas hingga mendekati $4.200, meski secara keseluruhan Emas tetap ditutup sedikit lebih rendah pada pekan ini. TD Securities memperkirakan arus masuk kuat dari ETF dan bank sentral akan menopang Emas di kisaran $4.000โ€“$4.100. OCBC mengingatkan bahwa rebound ini lebih didorong oleh reaksi pasar obligasi ketimbang perbaikan data inflasi, sehingga sifatnya rapuh. Harga masih berada di bawah MA 20 hari, yang terus membatasi upaya pemulihan.

Resistance: 4.255,92; 4.358,09 | Support: 4.073,78; 3.974,94
Bias: Penutupan harian di atas 4.256 akan membuka jalan menuju 4.358. Jika level 4.074, yang telah bertahan dua kali bulan ini, jebol, maka target berikutnya adalah 3.975.

Minyak Mentah WTI: Solar Jadi Pusat Cerita Inflasi (100,96)

Tren: Bullish | Sentimen: Campuran

WTI melonjak lebih dari 8% pekan ini dan kembali menembus level $100. Pasokan dari kawasan Teluk perlahan membaik, namun belum ada kemajuan dalam perundingan ASโ€“Iran. Serangan Houthi terhadap Arab Saudi, sanksi baru AS terhadap Iran, serta ancaman Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran setelah pemilu paruh waktu (midterm) 3 November membuat premi risiko tetap tinggi. Produk olahan justru menjadi titik tekanan utama: harga solar melonjak 21% pada September, dan laporan Beige Book The Fed mencatat kenaikan harga minyak terasa di setiap distrik. Harga saat ini diperdagangkan di atas Bollinger Band atas dengan indikator Stochastic berada di zona jenuh beli (overbought), sehingga jeda konsolidasi bukan tidak mungkin terjadi setelah pergerakan setajam ini.

Resistance: 104,04; 108,14 | Support: 97,69; 93,68
Bias: Bertahan di atas 97,69, level breakout, menjaga tren naik tetap utuh menuju 104,04 dan 108,14. Risiko penurunan utama datang dari kemungkinan tercapainya kesepakatan konkret terkait Selat Hormuz.

Saham & Indeks

US500: Saham Teknologi Retak Dihantam Beban Biaya AI (7.655,28)

Tren: Bullish | Sentimen: Negatif

S&P 500 turun sekitar 2% setelah saham-saham teknologi mencatatkan kerugian mingguan kedua berturut-turut, rentetan pertama sejak Maret. Bank-bank dan saham terkait AI seperti TSMC membukukan hasil solid, tetapi investor mulai gelisah soal apakah belanja besar-besaran untuk AI masih bisa menguntungkan di tengah inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi. Keluasan pasar (breadth) sejak awal memang sudah lemah, sehingga indeks sangat bergantung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi raksasa. Candle bearish besar pada hari Jumat ditutup di bawah MA 20 hari. Laporan kinerja Tesla, Netflix, dan Lam Research pekan ini akan menguji kepemimpinan sektor teknologi, dan dengan pemilu paruh waktu tinggal 20 hari lagi, sejumlah jajak pendapat mengindikasikan Partai Demokrat berpeluang merebut kembali kursi mayoritas di DPR.

Resistance: 7.729; 7.806,64 | Support: 7.578,79; 7.501,33
Bias: Merebut kembali level 7.729 akan meredakan tekanan. Penembusan di bawah 7.579 membuka jalan menuju 7.501, dan kelemahan lanjutan saham teknologi berpotensi memicu aksi jual lebih luas mengingat besarnya eksposur investor di sektor ini.

Mata Uang Kripto

Bitcoin: Momentum "Uptober" Mulai Meredup (81.155)

Tren: Bullish | Sentimen: Negatif

Bitcoin melemah untuk pekan kedua berturut-turut, sempat jatuh di bawah $80.000 sebelum akhirnya pulih. ETF spot diperkirakan akan mencatatkan arus keluar (outflow) untuk pekan kedua, dengan penarikan dana sebesar $146 juta hingga Kamis, sementara data inflasi yang panas ditambah eskalasi di Timur Tengah menekan selera risiko investor. Pembeli korporat terus melakukan akumulasi: Strategy menambah 250 BTC dan Strive membeli 3.311 BTC. Indeks konsensus analis CryptoQuant menunjukkan pandangan sangat bullish, dengan 84% analis bersikap positif. Harga sempat tergelincir di bawah MA 20 hari, meski tren naik yang lebih luas sejak Agustus masih tetap utuh.

Resistance: 83.448,81; 86.598,58 | Support: 78.758,73; 75.321,35
Bias: Pemulihan di atas 83.449 akan menghidupkan kembali narasi "Uptober" dan membuka jalan menuju 86.599. Jika level 78.759 jebol, target berikutnya adalah area 75.321.

Outlook Pekan Depan

Data Inggris (Selasaโ€“Jumat): Laporan ketenagakerjaan, CPI, dan penjualan ritel akan menentukan apakah kenaikan suku bunga BoE pada November masih dapat dipastikan. Data yang kuat akan memperpanjang pemulihan Poundsterling, sementara penurunan tajam inflasi inti berpotensi membuat kubu dovish di BoE semakin vokal.

PDB Tiongkok (Senin): Data yang kuat akan mendukung AUD dan sentimen risiko, setelah AUD/USD anjlok 4,5% sejak awal September.

PMI Flash (Jumat): Ini menjadi data global utama pekan ini. Angka Zona Euro yang lemah akan menambah tekanan bagi Euro. PMI AS baru berpengaruh signifikan jika hasilnya mengejutkan dengan turun di bawah level 50.

Minyak, laporan kinerja, dan imbal hasil obligasi: Dengan The Fed bungkam, harga minyak di atas $100 menjadi risiko inflasi terbesar. Laporan kinerja perusahaan teknologi dan pergerakan imbal hasil Treasury akan menjadi penggerak utama Dolar, Emas, dan pasar saham. Penurunan lebih lanjut pada imbal hasil akan menopang Emas, sementara rebound imbal hasil berpotensi menghidupkan kembali permintaan terhadap Dolar.

The Fed akan menggelar pertemuan dalam waktu kurang dari dua minggu, dan pasar masih dalam proses menimbang antara skenario Desember atau setelahnya. Tetaplah sabar: tujuan utama selalu meraih profit, bukan sekadar bertransaksi sebanyak-banyaknya.

Disclaimer: Analisis ini disusun hanya untuk tujuan edukasi dan informasi, serta bukan merupakan saran investasi. Trading produk leverage seperti Forex, Emas, komoditas, indeks, dan mata uang kripto mengandung risiko tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk semua investor.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan saran keuangan atau investasi. Trading mengandung risiko kerugian โ€” selalu lakukan riset sendiri sebelum mengambil keputusan. Baca disclaimer lengkap.
Share this article ยท +10 pts
Need Help? Chat us